Berkunjung ke MTsN Bantaeng, Pengawas Madrasah Memantau Proses Pembelajaran di Kelas


Bantaeng(10-11-2018). Supervisi administrasi pembelajaran di MTsN Bantaeng telah dilaksanakan beberapa bulan yang lalu oleh H.Marzuki, S.Ag,.MM sebagai pengawas madrasah tingkat menengah, tepatnya pada akhir bulan Agustus 2018.

Pada bulan November ini, guru-guru MTsN kembali disupervisi dalam hal pelaksanaan proses pembelajarannya di kelas. Ikut pula terlibat dalam supervisi tersebut adalah Kepala Madrasah yakni Hj. St. Ramliah, S.Ag., M.Pd.I. dengan dibantu para wakamadnya yang tentu sifatnya kolaboratif dengan pengawas madrasah tingkat menengah.

Sabtu,10 November 2018,  kini giliran pengawas madrasah H. Marzuki, S.Ag., MM memantau proses pembelajaran dikelas-kelas. Dalam kunjungan di kelas, beliau menyempatkan diri mempraktekkan teknik pengaturan kelas diawal pembelajaran dan juga dalam pelajaran matematika beliau sempat bertanya jawab kilat dengan siswa kelas VIII/C.

Sebagai refleksi dari kunjungan kelas, beliau menyampaikan agar kiranya pada mata pelajaran eksat seperti matematika, yang harus diperkokoh adalah ilmu dasarnya. Dengan demikian, ketika siswa menghadapi materi pada level yang lebih tinggi, maka siswa tidak akan kewalahan.

Terget supervisi kelas menyisakan dua orang guru lagi yang selanjutnya akan kembali disupervisi oleh kepala madrasah sesuai dengan jadwal yang ada.

Semoga dengan supervisi yang rutin ini, dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas. Amin. [Abni]
















Share:

10 November 2018, MTsN Bantaeng Laksanakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan


Bantaeng (10/11/2018) Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, MTsN Bantaeng kembali melaksanakan upacara peringatan hari pahlawan.
 
Bertindak sebagai pelaksana  upacara adalah siswa gabungan tiga tingkatan kelas, dimana sehari sebelumnya telah memantapkan latihannya.

Dalam amanahnya sebagai pembina upacara, Hj.ST.Ramliah,S.Ag.,M.Pd.I menyampaikan beberapa hal diantaranya pengertian pahlawan harus diperluas maknanya. Artinya, pahlawan itu tidak selalu terjun kemedan perang dengan mobilisasi angkatan bersenjata tetapi harus dimaknai bahwa semua sikap patriotik perjuangan sesuai dengan profesi juga bisa disebut pahlawan, misalnya saja para guru dan orang tua termasuk siswa yang menuntut ilmu dengan serius.
 
Dalam kesempatan yang sama, beliau juga menyampaikan perlunya menghargai jasa para pahlawan yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan yang kita nikmati. Menghargai berarti mengisi kemerdekaan dengan sesuatu yang bermanfaat.
 
Dalam upacara tersebut, tak lupa pula dimasukkan dalam susunan acara tentang pembacaan pidato Bung Tomo yang menjadi pembakar semangat rakyat Surabaya.
 
Semoga nilai-nilai kepahlawanan tetap terinternalisasi dalam jiwa segenap bangsa bukan hanya menjadi rutinitas tanpa makna. [Abni]











 



 

Share:

Kultum Dan Sholat Duha Ajang Kaderisasi Dakwah di MTsN Bantaeng

Seperti  hari-hari rabu lainnya, proses pembelajaran di MTsN Bantaeng diawali dengan sholat duha berjamaah. Rabu 7 November 2018 kali ini, sebelum pelaksanaan sholat duha didahului dengan kultum dimana yang mendapatkan giliran adalah perwakilan kelas VII C yakni Widianti Prastuti.

Tema yang diangkat dalam kultumnya adalah " Pentingnya Ilmu Pengetahuan". Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa ilmu pengetahuan sangat penting dalam kehidupan manusia. Saking pentingnya ilmu pengetahuan itu, ketika Allah menawarkan kepada Nabi Sulaiman antara dua pilihan yakni "kekuasaan" atau "ilmu pengetahuan", maka Nabi Sulaiman lebih memilih ilmu pengetahuan ketimbang kekuasaan.
 
Tentu hikmah yang bisa dipetik dari kisah itu adalah ketika ilmu pengetahuan telah dimiliki maka segala sesuatunya akan ikut. Orang yang telah memiliki ilmu pengetahuan akan ditinggikan derajatnya sebagaimana dalam Q.S. Al Mujadilah ayat 11.
 
Dari kegiatan tersebut, Harapan Kepala Madrasah  Hj. St. Ramliah, S.Ag., M.Pd.I bahwa kegiatan kultum seperti ini harus tetap diintensifkan jika perlu menjadi budaya madrasah karena dari sanalah akan lahir kader-kader dakwah sehingga nantinya daerah ini tidak krisis muballiq. Tentu semua guru dan pembina dakwah harus bahu membahu untuk mewujudkannya, tanpa itu maka tujuan madarasah akan susah diwujudkan," harapnya lebih lanjut.
 
Untuk penampilan berikutnya yang akan membawakan kultum adalah kelas VIId daan semoga dapat melaksanakan amanah ini.





 


Share:

Perwakilan MTsN Bantaeng Raih Juara 3 Lomba Mendemonstrasikan Alat Peraga dan Permainan Edukatif Kesehatan Reproduksi Tingkat Kabupaten Bantaeng


Dalam rangka memperingati hari kangker sedunia, Pengurus Daerah Aisiyah Kabupaten Bantaeng melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya Lomba Mendemonstrasikan Alat Peraga dan permainan edukatif kesehatan reproduksi. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 November 2018 bertempat di Aula SMA Negeri 4 Bantaeng.

MTsN Bantaeng ikut ambil peran sebagai peserta dalam kegiatan tersebut dengan mengutus 5 orang pengurus PIK-R Lolo Gading diantaranya; Anggi Ramadhan, Salmiah, Anugrah Amelia, Yunus dan Yusri Ihza Mahendra.
 
Dalam demontrasi yang ditampilkan utusan MTsN Bantaeng, mengangkat tema permainan tradisional yang berbasis lokal yakni "boi-boi" yang dimodifikasi sekaligus diintegrasikan nilai-nilai edukatif didalamnya terkait dengan pencegahan terhadap pernikahan dini.
 
Terkait media atau alat peraga yang ditampilkan merupakan perpaduan ide dari pembina PIKR Lolo Gading yakni Yuhanis,S.Ag.,M.Pd dan pembina PIKR Kabupaten serta dari pengurus PIKR itu sendiri. Disamping itu terlibat pula salah seorang masyarakat yang memiliki keahlian dibidang pertukangan yakni Saharuddin. Sebelum   mendemontrasikan hasil karyanya, peserta dari MTsN Bantaeng ini juga menampilkan yel-yel "Genre"-generasi rencana.
 
Dari 38 peserta, alhamdulillah MTsN Bantaeng berhasil meraih juara tiga. Dari hasil yang positif ini, Kepala Madrasah memberikan apresiasi yang cukup tinggi sekaligus memberikan motifasi kepada siswa lain untuk tetap memacu diri meraih prestasi sesuai bakat dan kemampuannya.
Tentu ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak atas sumbangsinya atas prestasi ini.  (Yuhanis-Pembina PIK-R Lolo Gading)
Share:

MTsN Bantaeng Kedatangan Tim Sosialisasi "Kegawat Daruratan" dari Puskesmas Dampang

Puskesmas Dampang Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng kembali mengunjungi MTsN Bantaeng pada hari Senin 5 November 2018. Kunjungan kali ini dalam rangka melakukan SOSIALISASI KEGAWAT DARURATAN yang merupakan realisasi dari PSC (Public Safety Center) di Sekolah-sekolah. PSC merupakan layanan cepat tanggap darurat kesehatan. Layanan ini dibentuk tahun 2016 untuk membantu penanganan kesehatan terhadap  masyarakat yang tidak hanya berhubungan dengan kecelakaan tetapi juga dalam situasi kritis.


Menurut Aidil Akbar, AMd.Kep. salah seorang petugas Puskesmas Dampang saat diwawancarai mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program puskesmas Dampang bekerjasama dengan BSB Bantaeng. Program ini merupakan program yang baru dilaksanakan tahun ini untuk wilayah Kecamatan Gantarangkeke dimana sasarannya sebanyak 7 sekolah SMP/MTs dan MA/SMA.

Bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Mustari, SKM dari BSB (Brigade Siaga Bencana) yang sekarang berubah nama menjadi PSC Bantaeng.

Peserta yang hadir adalah siswa MTsN Bantaeng sendiri yang disaring dari masing-masing kelas dengan jumlah 30 orang.

Dalam kegiatan tersebut peserta dibimbing dan dilatih dalam memberikan pertolongan pertama pada saat menghadapi kondisi darurat kecelakaan. Yang dilatihkan diantaranya bagaimana menangani cedera leher, patah tulang, bantuan pernapasan bagi yang pingsang dan bantuan bagi yang mengalami pendarahan.

Dari kegiatan tersebut diharapkan siswa punya keteramoilan dasar dalam menghadapi keadaan darurat. (Yuhanis-Wakamad Kesiswaan)















Share:

Podcast Buku Digital Madrasah

CARI ARSIP BERITA

Arsip Berita

Arsip Berita

VIDEO / YOUTUBE

Total Tayangan Halaman

FOLLOWERS

Terjemahan