Kultum Dan Sholat Duha Ajang Kaderisasi Dakwah di MTsN Bantaeng

Seperti  hari-hari rabu lainnya, proses pembelajaran di MTsN Bantaeng diawali dengan sholat duha berjamaah. Rabu 7 November 2018 kali ini, sebelum pelaksanaan sholat duha didahului dengan kultum dimana yang mendapatkan giliran adalah perwakilan kelas VII C yakni Widianti Prastuti.

Tema yang diangkat dalam kultumnya adalah " Pentingnya Ilmu Pengetahuan". Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa ilmu pengetahuan sangat penting dalam kehidupan manusia. Saking pentingnya ilmu pengetahuan itu, ketika Allah menawarkan kepada Nabi Sulaiman antara dua pilihan yakni "kekuasaan" atau "ilmu pengetahuan", maka Nabi Sulaiman lebih memilih ilmu pengetahuan ketimbang kekuasaan.
 
Tentu hikmah yang bisa dipetik dari kisah itu adalah ketika ilmu pengetahuan telah dimiliki maka segala sesuatunya akan ikut. Orang yang telah memiliki ilmu pengetahuan akan ditinggikan derajatnya sebagaimana dalam Q.S. Al Mujadilah ayat 11.
 
Dari kegiatan tersebut, Harapan Kepala Madrasah  Hj. St. Ramliah, S.Ag., M.Pd.I bahwa kegiatan kultum seperti ini harus tetap diintensifkan jika perlu menjadi budaya madrasah karena dari sanalah akan lahir kader-kader dakwah sehingga nantinya daerah ini tidak krisis muballiq. Tentu semua guru dan pembina dakwah harus bahu membahu untuk mewujudkannya, tanpa itu maka tujuan madarasah akan susah diwujudkan," harapnya lebih lanjut.
 
Untuk penampilan berikutnya yang akan membawakan kultum adalah kelas VIId daan semoga dapat melaksanakan amanah ini.





 


Share:

Perwakilan MTsN Bantaeng Raih Juara 3 Lomba Mendemonstrasikan Alat Peraga dan Permainan Edukatif Kesehatan Reproduksi Tingkat Kabupaten Bantaeng


Dalam rangka memperingati hari kangker sedunia, Pengurus Daerah Aisiyah Kabupaten Bantaeng melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya Lomba Mendemonstrasikan Alat Peraga dan permainan edukatif kesehatan reproduksi. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 November 2018 bertempat di Aula SMA Negeri 4 Bantaeng.

MTsN Bantaeng ikut ambil peran sebagai peserta dalam kegiatan tersebut dengan mengutus 5 orang pengurus PIK-R Lolo Gading diantaranya; Anggi Ramadhan, Salmiah, Anugrah Amelia, Yunus dan Yusri Ihza Mahendra.
 
Dalam demontrasi yang ditampilkan utusan MTsN Bantaeng, mengangkat tema permainan tradisional yang berbasis lokal yakni "boi-boi" yang dimodifikasi sekaligus diintegrasikan nilai-nilai edukatif didalamnya terkait dengan pencegahan terhadap pernikahan dini.
 
Terkait media atau alat peraga yang ditampilkan merupakan perpaduan ide dari pembina PIKR Lolo Gading yakni Yuhanis,S.Ag.,M.Pd dan pembina PIKR Kabupaten serta dari pengurus PIKR itu sendiri. Disamping itu terlibat pula salah seorang masyarakat yang memiliki keahlian dibidang pertukangan yakni Saharuddin. Sebelum   mendemontrasikan hasil karyanya, peserta dari MTsN Bantaeng ini juga menampilkan yel-yel "Genre"-generasi rencana.
 
Dari 38 peserta, alhamdulillah MTsN Bantaeng berhasil meraih juara tiga. Dari hasil yang positif ini, Kepala Madrasah memberikan apresiasi yang cukup tinggi sekaligus memberikan motifasi kepada siswa lain untuk tetap memacu diri meraih prestasi sesuai bakat dan kemampuannya.
Tentu ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak atas sumbangsinya atas prestasi ini.  (Yuhanis-Pembina PIK-R Lolo Gading)
Share:

MTsN Bantaeng Kedatangan Tim Sosialisasi "Kegawat Daruratan" dari Puskesmas Dampang

Puskesmas Dampang Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng kembali mengunjungi MTsN Bantaeng pada hari Senin 5 November 2018. Kunjungan kali ini dalam rangka melakukan SOSIALISASI KEGAWAT DARURATAN yang merupakan realisasi dari PSC (Public Safety Center) di Sekolah-sekolah. PSC merupakan layanan cepat tanggap darurat kesehatan. Layanan ini dibentuk tahun 2016 untuk membantu penanganan kesehatan terhadap  masyarakat yang tidak hanya berhubungan dengan kecelakaan tetapi juga dalam situasi kritis.


Menurut Aidil Akbar, AMd.Kep. salah seorang petugas Puskesmas Dampang saat diwawancarai mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program puskesmas Dampang bekerjasama dengan BSB Bantaeng. Program ini merupakan program yang baru dilaksanakan tahun ini untuk wilayah Kecamatan Gantarangkeke dimana sasarannya sebanyak 7 sekolah SMP/MTs dan MA/SMA.

Bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Mustari, SKM dari BSB (Brigade Siaga Bencana) yang sekarang berubah nama menjadi PSC Bantaeng.

Peserta yang hadir adalah siswa MTsN Bantaeng sendiri yang disaring dari masing-masing kelas dengan jumlah 30 orang.

Dalam kegiatan tersebut peserta dibimbing dan dilatih dalam memberikan pertolongan pertama pada saat menghadapi kondisi darurat kecelakaan. Yang dilatihkan diantaranya bagaimana menangani cedera leher, patah tulang, bantuan pernapasan bagi yang pingsang dan bantuan bagi yang mengalami pendarahan.

Dari kegiatan tersebut diharapkan siswa punya keteramoilan dasar dalam menghadapi keadaan darurat. (Yuhanis-Wakamad Kesiswaan)















Share:

Rapat Kerja Pengurus OSIS MTsN Bantaeng Periode 2018-2019 dan Peresmian Sekretariat Barunya

Rapat kerja (Raker) OSIS MTsN Bantaeng periode 2018-2019 di laksanakan pada hari Sabtu, 6 Oktober 2018 di ruang belajar kelas 7a, dan dihadiri oleh pengurus OSIS sebanyak 23 orang. Rapat ini dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah (Hj.St.Ramliah, S.Ag.M.Pd.I). Dalam sambutannya, beliau sangat berterima kasih kepada pengurus OSIS baru yang sangat antusias mengikuti raker, dan ini berarti sebagai awal yang baik dalam menjalankan amanah yang di berikan oleh rekan-rekannya melalui kontekstasi demokrasi beberapa waktu lalu
 
Raker ini berlangsung mulai pukul 14.00 s/d 17.00 dan dipandu oleh pembina OSIS (Suhardi, S.Pd). Setiap bidang organisasi ini mengusulkan programnya mereka masing-masing.
 
Mekanisme penetapan program kerja dilaksanakan dengan pembahasan poin perpoin dari setiap bidang. Usulan setiap bidang diputuskan secara satu persatu dan disesuaikan dengan kemampuan dana, maupun situasi dan kondisi madrasah. Dari 9 seksi yang mengusulkan program, lahirlah 17 program kerja. OSIS adalah pengendali kegiatan siswa di sekolah dan penyalur aspirasi namun sampai saat ini dana mereka hanya dana mandiri sehingga harus selektif dalam mengambil keputusan dalam raker.

Selamatan Sektrariat Baru

Keberadaan Sekretariat bagi suatu organisasi tentu sangatlah urgen dalam memudahkan kerja organisasi. Didalamnyalah dinamika organisasi dapat disetting sedemikian rupa sehinga visi dan misi organisasi dapat terwujud.
 
Dengan memanfaatkan sumber daya yang terbatas, pembina osis berupaya memaksimalkan semua kemampuan yang ada untuk mewujudkan hadirnya sekreriat baru. Selama ini, pengurus osis memang belum memiliki sekretariat khusus.
 
Ruang dapur cukup luas yang memungkinkan disekat menjadi dua bagian. Dengan partisipasi beberapa guru dan pegawai, akhirnya terwujudlah sekretariat baru osis meski sifatnya semi permanen yang berukuran kurang lebih 3x3 meter.
 
Sabtu, 13 Oktober 2018 adalah hari yang bahagia bagi pengurus osis dengan sekretariat barunya telah diresmikan yang ditandai dengan prosesi "selamatan" secara sederhana yang dipimpin oleh Muh. Kasim, S. Ag., M. Pd. I. Segala persiapan selamatan disiapkan dengan baik dan sederhana oleh pengurus osis secara mandiri.
 
Dukungan dan ucapan selamat pun berdatangan mulai dari Kepala Madrasah, Kepala TU serta guru-guru. Antusiasme di sabtu pagi ini semoga membawa keberkahan dari Allah Tuhan Semesta alam.amin
 
Selamat buat OSIS, kita ada karena kita berkarya.  We are because we work (Suhardi)








Share:

Kelas 7 MTsN Bantaeng Merajuk Keterampilan Hidup Lewat Penerapan Teks Prosedural pada Mapel Bahasa Indonesia


Salah satu materi pembelajaran pada kelas 7 mata pelajaran Bahasa Indonesia semester ganjil adalah teks deskripsi, teks cerita Fantasi, teks prosedur dan teks Laporan Hasil Observasi.
 
Berdasarkan program semester pada pembelajaran Bahasa Indonesia, tepat pada minggu ke 2 bulan oktober, materinya telah sampai pada Kompensi Dasar 4.6 yakni menyajikan teks prosedur baik secara lisan maupun tulisan.
 
Untuk  materi ini, siswa tak hanya dituntut untuk membuat teks prosedur begitu saja, tetapi siswa juga diminta untuk berbuat sesuatu sebagai wujud dari teks prosedur tersebut. Materi yang beralokasi waktu 3 JP ini,  guru dan siswa sepakat membuat sesuatu yang kemudian akan dibuatkan teks prosedurnya. Sebelumnya, guru mengajukan pilihan kepada siswa apakah membuat suatu makanan atau karya/kerajinan tangan?. Namun siswa lebih dominan memilih membuat menu makanan yang simpel dan dapat disajikan dalam kurung waktu yang singkat.
 
MTsN Bantaeng yang terdiri dari 4 ruangan belajar yakni 7 a, b, c dan d sepakat memilih membuat makanan. Kelas 7 c membuat bubur Manado spesial pada hari Senin 8 Oktober 2018 lalu, sementara kelas 7 d memilih menu sup ubi pada hari Rabu 10 Oktober 2018. Untuk siang tadi Jumat 12 Oktober 2018 kelas 7 b dgengan menu sup ayam, dan Insyaallah Sabtu 13 Oktober 2018 kelas 7 a dengan menu Soto Banjar.
 
Dalam kegiatan ini,  siswa mengenali dan menyiapkan bahan dan alat sendiri. Setelah itu, siswa mengolah bahan tersebut bersama guru mapel, kemudian menikmati  makanan tersebut secara bersama-sama.
 
Kegiatan mengolah dan menikmati di lakukan di dalam kelas sehingga semua siswa dapat berpartisipasi langsung dalam proses persiapan dan pengolahan makanan sehingga secara maksimal siswa tahu tentang tata cara pengolahan bahannya kemudian di rangkai dalam sebuah teks prosedur.
 
Teks prosedur tersebut disusun berdasarkan struktur teks prosedur yang sebelumnya telah dibahas pada materi 3.6 tentang struktur teks prosedur. Struktur tersebut terdiri dari Pendahuluan/ tujuan,  bahan dan alat, langkah2 dan penutup.
 
Ini adalah satu bentuk kreatifitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang tentunya dapat meninggalkan kesan positif bagi siswa sehingga nantinya pengalaman ini dapat diterapkan dimanapun berada. [Syamsi]







Share:

MTsN Bantaeng Peduli Gempa dan Tsunami Palu - Sigi - Donggala Sulawesi Tengah

Gempa danTsunami yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala pada Jumat 28 September 2018 telah menggugah hati semua kalangan untuk terlibat membatu korban. Tak ada lagi batas dan sekat suku, agama, bangsa, ras dan golongan kecuali satu tujuan yakni kepedulian.
 
Siswa MTsN Bantaeng juga turut tergugah untuk membantu para korban. Aksi peduli itu di koordinir oleh OSIS dan dilaksanakan pada hari Rabu, 3 Oktober 2018 yang dikemas dalam kegiatan Sholat Duha, Sholat Ghaib dan penggalangan dana serta penggalangan sumbangan pakaian bekas layak pakai.
 
Sholat dhuha dan sholat ghaib dipimping oleh Ust. Kaharuddin, S. Pd. I yang juga merupakan guru Bahasa arab di Madrasah ini. Sebelum pelaksanaan sholat ghaib, para jamaah terlebih dahulu diberikan bimbingan tentang tata cara pelaksanaannya.
 
Terkait dengan aksi penggangan dana telah berhasil mengumpulkan dana kurang lebih satu juta yang langsung dikirim pada hari kamis 4 Oktober 2018 pada sebuah lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) Care For Humanity.
 
Selain itu, berhasil pula terkumpul pakaian layak pakai yang dikemas dan disortir terlebih dahulu.
Sedikit uluran tangan kita tentu sangat berarti bagi yang membutuhkan. Semoga sumbangan ini bermanfaat adanya dan para korban diberijan ketabahan. Amin [AAbni]








Share:

Podcast Buku Digital Madrasah

CARI ARSIP BERITA

Arsip Berita

Arsip Berita

VIDEO / YOUTUBE

Total Tayangan Halaman

FOLLOWERS

Terjemahan