Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) Kelas IX MTs Negeri Bantaeng Tahun Ajaran 2020/2021

Bantaeng, (22/03/2021). Bismillah. Hari ini, MTs Negeri Bantaeng mulai melaksanakan Penilaain Akhir Tahun (PAT) untuk siswa-siswi kelas IX tahun ajaran 2020/2021.  PAT tahun ini diikuti sebanyak 89 orang siswa yang berasal dari 5 kelas yang merupakan siswa kelas IX di MTs N Bantaeng. Pelaksanaan PAT tahun ini tidak dilaksanakan di lingkungan Madrasah, melainkan ditempatkan di masing-masing Zona Belajar siswa. Ruang ujian dibagi menjadi 6 zona yaitu Ruang Ujian 1 di zona Batu Labbu, Ruang Ujian 2 di zona Jatia, Ruang Ujian 3 di zona Lembang, Ruang Ujian 4 di Zona Dampang, Ruang Ujian 5 di zona Tombolo, dan Ruang Ujian 6 di zona Sabbanyang.

Masing-masing  zona terdapat seorang Panitia Pendamping yang bertugas menjaga ketertiban ruangan ujian dan ketertiban siswa yang hadir ujian, terutama memastikan setiap peserta ujian wajib datang dengan menggunakan masker. Panitia Pendamping ini pulalah yang bertugas menyediakan segala perlengkapan ujian di masing-masing zona, terutama perlengkapan yang mendukung terlaksananya  protokol Covid-19 seperti handsanitizer dan tempat cuci tangan untuk siswa peserta ujian. Adapun guru  Panitia Pendamping yang bertugas di masing-masing zona adalah Saldy Yusuf, SH. bertugas di Ruang Ujian 1, Suhardi, S.Pd. bertugas di Ruang Ujian 2, Nursyamsi, S.Pd. bertugas di Ruang Ujian 3, Darmiati, SP. bertugas di Ruang 4, Hj. Sunarti HS, S.Pd., MM. bertugas di Ruang Ujian 5, dan Muhammad Asri Nasir, S.Ag. bertugas di Ruang Ujian 6.

PAT kelas IX MTs N Bantaeng tahun2021 akan dilaksanakan selama 6 hari, mulai hari ini 22 Maret hingga sabtu 27 Maret 2021. Ibu Hamriani,S.Si. selaku Ketua Panitia, ketika ditemui setelah pelaksanaan ujian di hari pertama menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian di hari pertama ini berjalan sangat lancar walaupun terdapat 2 orang siswa yang tidak hadir dengan alasan sakit. Dalam pelaksanaan PAT hari ini, para siswa datang dengan tertib dan memakai masker. Ibu Hamriani menjelaskan bahwa Panitia Pendamping dan guru yang bertugas sebagai pengawas ujian di setiap zona, telah bekerja sama dengan maksimal, sehingga pelaksanaan PAT dapat berjalan dengan lancar dan dapat mengatur siswa untuk melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik. Wish.

Share:

Apel Pagi dan Breafing Pelaksanaan PAT Kelas IX MTs Negeri Bantaeng

 

Bantaeng, (22/03/2021). Bismillah. Guru dan pegawai di lingkungan MTs Negeri Bantaeng kembali melaksanakan kegiatan Apel Pagi. Hari ini merupakan pelaksanaan Apel Pagi  pekan ke-7  di MTs N Bantaeng semenjak rutin dilaksanakan mulai 08 Februari 2021. Apel Pagi kali ini dirangkaikan pula dengan Breafing Pelaksanaan PAT kelas IX yang dilaksanakan mulai hari ini, hingga Sabtu 27 Maret 2021. Adapun yang bertindak sebagai Pembina Apel Pagi adalah ibu Hamriani,S.Si., yang merupakan Ketua Panitia PAT MTs N Bantaeng, beliau menyampaikan beberapa arahan terkait pelaksanaan ujian kepada guru yang tergabung dalam kepanitiaan PAT dan guru yang bertindak sebagai pengawas Ujian.

Ibu Hamriani, S.Si., mengingatkan Panitia Pendamping yang bersiap di setiap Ruang Ujian di masing-masing zona untuk memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan. Setiap siswa peserta ujian wajib datang dengan memakai masker dengan baik dan senantiasa menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya. Sedangkan untuk setiap pengawas ujian, diingatkan untuk selalu hadir dengan tepat waktu sehingga siswa dapat mengerjakan soal ujian tepat waktu dan tidak lupa untuk mengisi absen pengawas dan daftar hadir siswa yang melaksanakan PAT. Ketua Panitia mengingatkan agar Panitia Pendamping dan Pengawas Ujian dapat bekerja sama dengan baik dalam pelaksanaan PAT ini, mulai dari bekerja sama untuk memastikan siswa yang akan melaksakaan ujian hadir tepat waktu, memastikan siswa menjalankan protokol kesehatan dan menjaga ketertiban pelaksanaan ujian. Ibu Hamriani berharap, pelaksanaan PAT hari ini dan setrusnya dapat terlaksana dengan baik, dan setiap kesulitan dan kendala dapat segera terselesaikan.

Apel pagi  dan breafing PAT Kelas IX hari ini hanya berlangsung singkat, sebab setiap Panitia Pendamping PAT dan guru pengawas harus segera bergegas menuju zona ujian yang memiliki jarak tempuh yang berbeda-beda. Perlu diketahui, pelaksanaan PAT kelas IX di MTs N Bantaeng tahun ini tidak dilaksanakan di lingkungan madrasah, melainkan dilaksanakan di masing-masing zona belajar siswa yaitu di Ruang Ujian 1 di zona Batu Labbu, Ruang Ujian 2 di zona Jatia, Ruang Ujian 3 di zona Lembang, Ruang Ujian 4 di Zona Dampang, Ruang Ujian 5 di zona Tombolo, dan Ruang Ujian 6 di zona Sabbanyang. Di masing-masing zona terdapat seorang Panitia Pendamping yang akan bertugas melengkapi perlengkapan ruang ujian dan memastikan kehadiran peserta ujian selama pelaksanaan PAT tahun ini. Wish.


Share:

Pembekalan Penyusunan Soal Ujian Madrasah (UM) MTs Negeri Bantaeng Tahun Pelajaran 2020/2021


(Bantaeng, 18/03/2021), Bismillah. MTs Negeri Bantaeng hari ini melaksanakan kegiatan Pembekalan Penyusunan Soal Ujian Madrasah (UM)  di Aula MTs N Bantaeng. Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 dengan dihadiri puluhan guru mata pelajaran se-MTs N Bantaeng dan dibuka langsung oleh Kepala Madrasah, bapak Muhammad Arif Pither,S.Ag., MM. Kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman dan pengetahuan bagi setiap guru mata pelajaran untuk membuat soal ujian yang memenuhi standar. Menurut pemaparan pak Arif, Ujian Madrasah tahun ini berbeda dengan ujian akhir tahun-tahun sebelumnya, sebab para guru mata pelajaran diberikan kebebasan untuk membuat soal sendiri dan tidak lagi menggunakan soal seragam dari pusat, sebagai bentuk kemandirian madrasah. Maka dari itu, pelatihan pembuatan soal perlu dilakukan, agar para guru mata pelajaran dapat membuat soal ujian yang memenuhi kaidah dan standar yang baku.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pelatihan pembuatan soal yang diikuti oleh dua guru MTs N Bantaeng, yakni Bapak Ahmad Abni,S.Pd., dan Ibu Suarni, S.Ag., S.Pd. Pak Abni pernah mengikuti Bimtek Pembuatan Soal Ujian Madrasah yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan melalui program Kurikulum bidang Pendidikan Madrasah, kegiatan bimtek ini dilaksanakan di Kankemenag Jeeponto pada tanggal 03 Mraet lalu. Sedangkan ibu Suarni sebagai guru mata pelajaran IPA di MTs N Bantaeng,  mengikuti kegiatan Pembekalan Teknik Penyusunan Soal Ujian Madrasah dan RA yang diselenggarakan oleh Kankemenag Kabupaten Bantaeng melalui Seksi Pendidikan Madrasah yang bertempat di gedung serba guna Ihya ‘Ulumuddin pada tangggal 10 Mraet 2021. Sehingga pengalaman kedua guru ini dalam mengikuti pelatihan, akan diajarkan kepada guru-guru madrsah lainnya.

Kegiatan Pembekalan Pembuatan Soal ini dibagi menjadi dua sesi. Ibu Suarni, S.Ag., S.Pd., sebagai pemateri pertama, membawakan materi tentang  “Pedoman Penyusunan Soal Ujian Madrasah (UM)”. Dalam materi ini, beliau mengajarkan kepada para peserta pembekalan tetang kaidah-kaidah yang tepat dalam penulisan soal pihan ganda, soal isian dan soal uraian. Menurut ibu Suarni, kaidah-kaidah ini penting dipelajari dan dipahami oleh guru-guru dalam membuat soal, sebab masih ada guru mata pelajaran yang belum mengetahui kaidah-kaidah yang memenuhi standar dalam pembuatan soal. Hal yang paling simpel misalnya, penggunaan “tanda titik” dalam soal, masih ada saja guru mata pelajaran yang asal memberikan titik pada soal yang dibuatnya, padahal ada kaidah yang mengatur tentang penggunaan tanda tersebut.

Pak Ahmad Abni, S.Pd. sebagai pemteri kedua, membawakan materi tentang “Teknik Penyusunan Soal Pilihan Ganda Tipe Hots”. Dalam materi ini diajarkan tentang bagaimana membuat kisi-kisi soal hots dan membuat soal pilihan ganda hots. Pak Abni banyak menjelaskan tentang tipe-tipe soal pilihan ganda yang dibuat dan bagaimana membuat kisi-kisinya. Namun beliau tidak hanya sekedar memberikan materi dan memberikan contoh-contohnya saja, melainkan juga mengajarkan langsung kepada para peserta tentang membuat kisi-kisi dan soal hots. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompk dan masing-masing kelompok mempraktekkan langsung materi yang diberikan oleh pemateri.

Kepala MTs N Bantaeng ketika menutup kegiatan Pembekalan Pembuatan Soal Ujian Madrasah, sangat mengapresiasi terselenggaranya acara ini dengan sangat baik. Beliau sangat senang melihat begitu besarnya antusias para guru yang hadir dan berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan para guru mata pelajaran untuk belajar dan mengimplementasikannya dalam pembuatan soal di setiap kegiatan pebelajaran. Untuk itu beliau mempertegas, bahwa kegiatan ini bukan semata-mata untuk persiapan bagi para guru dalam membuat soal Ujian Madrasah yang akan segera dilaksanakan, melainkan juga dalam pembuatan soal-soal harian lainnya. Beliau sangat berharap, semua guru MTs N Bantaeng dapat membuat soal ujian untuk siswa yang sesuai kaidah penulisan soal dan standar yang baik. Dan tidak menutup kemungkinan, kegiatan pelatihan semacam ini akan kembali dilakukan untuk mempermantap penguasaan setiap guru dalam membuat soal. Wish.

 

Share:

Persiapan Penilaian Akhir Tahun (PAT) MTs N Bantaeng tahun ajaran 2020/2021

(Bantaeng, 17/03/2021), Bismillah. MTs Negeri Bantaeng akan segera melaksankaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) untuk siswa kelas IX tahun ajaran 2020/2021. PAT untuk tahun 2021 ini, akan dilaksanakan pekan keempat bulan Maret selama 6 hari, yaitu mulai Senin tanggal 22-27 Maret 2021. Karena PAT tetap dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, maka pelaksanaannya tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

PAT 2021 di masa pandemi yang akan dilaksanakan di MTs N Bantaeng tentu akan berbeda pelaksanaannya dengan PAT tahun-tahun sebelum penyebaran pandemi Covid-19. Pelaksanaan PAT tahun ini rencananya tidak akan dilaksanakan di Madrasah melainkan di Zona belajar siswa sebagaimana pelaksanaan pembelarajan luring sistem zonasi yang telah berjalan pada semester ini. Artinya, siswa akan melaksanakan ujian di beberapa lokasi yang berbeda sesuai dengan lokasi belajarnya masing-masing.  Menurut keterangan ibu Hamriani,S.Si selaku ketua panitia PAT, siswa kelas IX yang akan melasanakan ujian tahun ini berjumlah 89 siswa, nantinya mereka akan di bagi ke dalam 6 Zona Ujian dan akan diikuti oleh 14-15 siswa perzona.

Pada setiap zona ujian, panitia PAT telah memilih Masjid sebagai tempat pelaksanaan ujian nantinya. Masjid ini dipilih agar dalam pelaksanaan ujian, panitia dapat mengatur posisi dan jarak peserta ujian sehingga protokol Covid-19 dapat dilakukan.  Panitia juga akan menyediakan hand sanitizer di setiap zona ujian dan akan selalu menghimbau peserta ujian untuk selalu memakai masker dan mencuci tangan secara berkala. Panitia sangat berhati-hati dalam mempersiapkan PAT tahun ini, sebab pelaksanaannya masih dalam masa pandemi covid-19, maka selain berharap pelaksanaan ini dapat berjalan lancar dan seluruh peserta ujian dapat melaksanakan PAT dengan baik, panitia juga mengharapkan agar peserta ujian dapat terhindar dari penularan Covid 19, sehingga protokol kesehatan akan dilaksanakan dengan ketat.

Waktu pelaksanaan ujian yang tidak lama lagi, memacu tim panitia untuk bergerak cepat mempersiapan segala kebutuhan pelaksanaan ujian. Menurut keterangan ibu Hamriani,S.Si., panitia tidak menemui banyak kendala dalam melakukan persiapan uijian kali ini. Hal ini tentu atas kerjasama ketua yang baik dengan sekertaris panitia, ibu Zukmitha Shari,S.Pd dan anggota panitia lainnya sehingga setiap kendala dapat terselesaikan dengan cepat. Panitia telah merampungkan  80 % persiapan kegiatan PAT, dan 20 % sisanya untuk pelaksanaan ujian nantinya. Panitia telah merampungkan pengumpulan soal dari guru setiap mata pelajaran, soal-soal tersebut telah dicetak dan digandakan beberapa hari yang lalu, bahkan telah selesai dilakukan pengepakan oleh angggota panitia PAT pada tanggal 16 Maret 2021 dan siap untuk didistribusikan pada pelaksanaan ujian nanti.

Panitia juga telah mengingatkan setiap wali kelas IX untuk mensosialisasikan pelaksanaan ujian kepada para siswanya, sehingga mereka tidak menjadi bingung. Dalam pelaksanaannya, siswa  diperintahkan untuk membawa alat tulis masing-masing, tidak berkerumun, dan juga mematuhi segala prosedur dan protokol kesehatan yang  disosialisasikan oleh panitia PAT. Para siswa peserta ujian juga akan terus diingatkan untuk belajar sebaik mungkin dan selalu menjaga kesehatan diri sehingga dapat mengikuti  PAT tahun ini. Wish.

Share:

Tiga Renungan dalam Apel Pagi


(Bantaeng, 15 Maret 2021), Bismillah. MTs Negeri Bantaeng kembali melaksanakan Apel Pagi rutin pada Senin pagi ini. Apel Pagi dimulai pukul 07.30 dengan Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas yakni Bapak Muh. Kasim,S.Ag.,M.Pd.I  bertindak sebagai Pembina Apel Pagi. Beliau mengapresiasi para guru yang hadir dalam kegiatan Apel Pagi kali ini dan berharap kedepannya kegiatan rutin ini juga dihadiri oleh guru lain yang tidak sempat hadir, sehingga kegiatan ini bisa menjadi ajang bertemu dan silaturahim bagi guru dan pegawai MTs N Bantaeng. Pak Kasim juga mengajak para guru untuk sama-sama berdo’a, agar Allah berkenan mengangkat penyakit Covid-19 di muka bumi, sehingga nantinya proses belajar mengajar dapat dilakukan di sekolah sebagaimana biasanya sebelum pandemi Covid-19 dan siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman di lingkungan madrasah.

Pesan utama yang disampaikan oleh Pak Kasim pada kegiatan Apel Pagi kali ini adalah mengenai 3 renungan ringan yang dapat mengingatkan manusia untuk mensyukuri setiap nikmat yang diberikan oleh Allah swt. Pertama adalah mensyukuri nikmat merdeka, beliau menyampaikan begini; “Lihatlah mereka yang ada di dalam penjara, Agar egkau dapat mensyukuri nikmat kemerdekaan”. Pak Kasim menjelaskan, bahwa nikmat kemerdekaan kurang disadari oleh banyak orang. Padahal jika melihat mereka yang dimasukkan ke dalam penjara, bisa jadi kesalahan yang mereka lakukan lebih kecil daripada kesalahan yang mungkin dilakukan oleh mereka yang merdeka, namun kesalahan itu tidak diperlihatkan oleh Allah, sehinggga aib itu tertutup dari pandangan orang lain. Maka seharusnya mereka yang merdeka, menggunakan nikmat itu dengan melakukan banyak kontribusi dalam kehidupannya dan bermanfaat bagi orang lain, sebab kesempatan inilah yang tidak dimiliki oleh mereka yang terhalang di dalam penjara.

Kedua, mensyukuri nikmat sehat, Pak Kasim menyampaikan “Lihatlah mereka yang sakit di Rumah Sakit, agar engkau dapat mensyukuri nikmat sehat”. Senada dengan renungan yang pertama, Pak Kasim mengajak para guru merenung dengan melihat mereka yang tengah berjuang melawan rasa sakit dari penyakit yang dideritanya. Orang yang sakit akan senantiasa bermohon kepada Allah agar lekas sembuh dan dapat beraktifitas sebagaimana biasanya. Hal inilah yang patut menjadi renungan bagi yang diberikan kesehatan oleh Allah, untuk mempergunakan kesehatannya itu untuk melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Ketiga, mensyukuri nikmat hidup yang diberikan Allah, Pak Kasim mengajak merenung “Lihatlah mereka yang mati di Kuburan, agar engkau dapat mensyukuri nikmat hidup”. Pak Kasim mengingatkan untuk menggunakan kesempatan hidup yang diberikan oleh Allah dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan menggunakan kehidupan untuk senantiasa beramal saleh dan melakukan segala aktfitas dengan ikhlas karena Allah swt. Hal ini sangat penting untuk direnungkan dan disadari dalam kehidupan, sebab dalam nasihat agama pun manusia diingatkan bahwa banyak di antara orang yang meninggal menyesal dan ingin kembali mengulang kehidupannya di dunia, sebab dalam menjalankan kehidupannya di muka bumi, banyak melakukan kelalaian, dan tidak mempergunakan kehidupannya untuk banyak beribadah dan beramal saleh.

Hal terakhir, Pak Kasim mengingatkan para guru bahwa MTs N Bantaeng akan melaksankan Ujian Madrasah bulan ini. Beliau mengingatkan panitia untuk segera mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Ujian Madrasah nantinya, dan juga para guru yang bertugas  membuat soal ujian untuk segera menyetor soal yang telah dibuat kepada Panitia Ujian. Pak Kasim juga mengajak para guru untuk memberikan motivasi dan arahan kepada siswa kelas IX yang akan melaksanakan ujian untuk bersiap dan  selalu menjaga kesehatan.  Harapannya, semoga proses Ujian Madrasah data berjalan dengan lancar dan semua siswa dapat melaksanakan ujian dengan nyaman dan aman di Madrasah. Wish.

Share:

Dua poin penting dalam arahan Kepala MTs Negeri Bantaeng

 


(Bantaeng, 12 Maret 2021), Bismillah. Pagi hari ini para guru dan pegawai MTs N Bantaeng melaksanakan rapat yang dipimpin langsung oleh kepala madrasah, Muhammad Arif Pither, S.Ag., MM. Rapat sengaja dilakukan lebih awal di pagi hari, sebab para guru akan mengajar luring di setiap zona pada pukul 09.00. Rapat ini dimulai pada pukul 07.30 di ruang kelas IX B dengan dihadiri oleh Kepala Madrasah, para Wakil Kepala Madrasah, para wali kelas dan belasan orang guru.

Dalam rapat ini, Kepala MTs N Bantaeng menyampaikan beberapa arahan kepada para peserta rapat. Pertama, mengenai progres “Gerakan Sejuta Koin” yang telah berjalan di MTs N Bantaeng. Kepala Madrasah kembali mempertegas tentang tujuan pelaksanaan kegiatan ini, yaitu bentuk sumbangsih para guru dan pegawai kepada dunia pendidikan di Sulawesi Selatan khususnya, sebab uang/koin yang terkumpul akan dialokasikan  kepada madrasah atau pesantren di bawah naungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan yang membutuhkan bantuan. Dana ini juga nantinya akan dapat membantu siswa dan santri di Sulawesi Selatan yang kurang mampu sehingga membantu meringankan beban mereka dalam menimba ilmu nantinya.

Kepala Madrasah sangat mengapresiasi para guru yang telah menyisihkan sedikit penghasilannya untuk bersedekah dan mendukung program yang digagas oleh Kepala KanWil Kemenag Sulawei Selatan ini. 

Sekedar diketahui diketahui, program ini secara internal telah dilounching oleh Kepala MTsN Bantarng pada kegiatan Apel Pagi Senin 01 Maret 2021 lalu, dan ternyata hampir seluruh guru dan pegawai madrasah yang telah ikut serta menyukseskan program ini. Kepala madrasah berulangkali menekankan bahwa sebab program ini berbentuk wakaf koin, maka tentu dalam pelaksanaannya tidak ada paksaan bagi guru yang akan menyumbang, sebab yang diharapkan dari pelaksanaan program ini adalah kesadaran untuk berinfak dan keikhlasan untuk menyisihkan sebagaian harta, sehingga nantinya output yang dihasilkan dari program ini akan maksimal sebab keikhlasan  itu.

Perlu diketahui, meskipun nama kegiatan ini adalah Gerakan Sejuta Koin, bukan berarti setiap yang akan berwakaf akan menggunakan uang koin untuk ikut berpartisipasi. Ternyata koin di sini hanyalah istilah/perumpamaan saja, karena dalam pelaksanaannya, setiap yang akan menyumbang tidak hanya menyumbang dalam bentuk uang koin, melainkan juga dengan uang kertas dengan jumlah yang berfariasi. Jika boleh berpendapat, nampaknya istilah koin di sini hanyalah sebagia simbol, sebab wakaf sejuta koin ini yang dituntut keikhlasan berdasarkan kemampuan untuk berinfak, maka koin di sini adalah simbol untuk itu, siapapun dan berapapun jumlah harta yang dimiliki untuk berinfak, maka terbuka ruang untuk itu, walaupun yang dimiliki hanyalah koin seratusan yang kadang tidak lagi diperhatikan keberadaannya.  Wakaf sejuta koin ini melatih pribadi setiap pegawai di bawah naungan Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan untuk menumbuhkan kesadaran untuk menginfakkan sisa hartanya, walapun yang tersisa itu hanyalah beberapa koin ratusan saja.

Masih berkaitan dengan program Wakaf Sejuta Koin, Kepala Madrasah juga menyampaikan bahwa pelaksanaan tahap pertama akan dikumpulkan hasilnya pada akhir minggu ini, dan akan segera dilaporkan perkembangan hasilnya ke kantor Kemenag Bantaeng dan nantinya akan diteruskan ke Kanwil kemenag Sulawesi Selatan. Namun ketika tahap pertama ini selesai, bukan berarti program ini akan berhenti juga, melainkan akan terus berlanjut demi membantu pendidikan madrasah dan pesantren yang terbelakang di Sulawesi Selatan. Bahkan Kepala Madrasah berencana akan membuat kotak wakaf permanen yang terbuat dari kaca, sehingga akan sangat membantu nantinya untuk mengumpulkan wakaf para guru selama program ini berjalan.

Selanjutnya, yang disampaikan oleh Kepala Madrasah dalam rapat hari ini adalah mengenai pelaksanaan ujian madrasah yang tidak lama lagi akan dilaksanakan, tepatya akhir bulan maret ini. Kepala Madrasah menyampaikan akan ada kemungkinan pelaksanaan ujian madrasah dilaksanakan di lingkungan MTs N Bantaeng, artinya para siswa akan diperkenankan untuk melaksanakan ujian madrasah di sekolah, dan bukan lagi di setiap zona sebagaimana yang sempat disepakati pada keputusan rapat persiapan ujian sebelumnya. Namun, rencana ini baru akan sepenuhnya terlaksana jika Madrasah telah mendapat izin dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bantaeng untuk melaksankan ujian di lingkungan madrasah. Kepala madrasah mengaku sementara melakukan lobi dan menyurat ke Tim Gugus Tugas Covid-19 sehingga ujian dapat dilaksanakan di madrasah. Adapun mengenai teknis pelaksanaan ujian nantinya, akan dibicarakan lebih lanjut kemudian jika izin dari Tim Gugus Tugas Covid-19 telah keluar. Ketika  rencana ini nantinya terlaksana, tentu dalam pelaksanaannya masih akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mengurangi kapasitas siswa dalam ruang ujian, memakai masker, menghindarkan siswa untuk berkerumun, dan nantinya akan disediakan tempat cuci tangan di setiap ruangan ujian. Terakhir yang disampaikan oleh kepala madrsah adalah tentang persiapan panitia ujian yang telah dibentuk pada rapat sebelumnya agar segera mempersiapkan segala sesuatu demi kelancaran ujian nantinya. Kepala Madrsah juga mengingatkan para guru yang tergabung dalam tim penyusun soal, untuk segera menyusun soal ujian di setiap mata pelajaran yang diujikan nantinya. Wish.




Share:

Penyerahan Dana “Wakaf Sejuta Koin” Tahap Pertama


 

(Bantaeng, 12 Maret 2021), Bismillah. Kepala MTs N Bantaeng, Muhammad Arif Pither,S.Ag., MM., hari ini telah menyerahkan dana yang terkumpul dari program “Wakaf Sejuta Koin” yang telah berjalan di Madrasah. Kepala Madrasah menyerahkannya langsung kepada Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Bantaeng  yakni Ibu Husnaeni S.Ag., di kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng hari ini.

Harapannya, semoga wakaf sejuta koin dari guru dan pegawai MTs N Bantaeng ini tersalurkan kepada madrasah dan pesantren yang memang membutuhkan bantuan sehingga secara tidak langsung MTs N Bantaeng juga turut ambil bagian dalam peningkatan kualitas pendidikan madrasah dan pesantren di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.

Penyerahan dana Wakaf Sejuta Koin ini bukanlah yang pertama dan terakhir, melainkan program ini akan selalu dilaksanakan di MTs N Banteang, sehingga nantinya akan menjadi budaya tersendiri di lingkungan MTs N Bantaeng yakni menyisihkan sedikit harta untuk pendidikan melalui program Wakaf Sejuta Koin. Wish.

Share:

Pelaksanaan Pembelajaran Luring Sistem Zonasi MTs n Bantaeng



(Bantaeng, 08/03/2021), Bismillah. MTs Negeri Bantaeng kembali melanjutkan pembelajaran Luring dengan sistem zonasi minggu ini (biasa diistilahkan “Guling” yang merupakan singkatan dari  Guru Keliling). Dalam model pembejalan ini, siswa dibagi menjadi beberapa tempat zona belajar sesuai dengan tempat tinggalnya masing-masing. Dalam  pelaksanaanya, pembelajaran ini dilakukan di 7 titik/zona yang berbeda di setiap tingkatan kelas.

Perlu diketahui kegiatan pembelajaran ini tetap megedepankan pelaksanaan  protokol kesehatan Covid-19, seperti siswa dan guru diwajibkan memakai masker, menjaga jarak dan adanya hand sanitizer yang selalu tersedia disetiap lokasi pembelajaran. Dalam setiap zona, jumlah siswa yang belajar juga dibatasi, yaitu maksimal 10 siswa untuk setiap zona. Hal ini penting untuk dilakukan demi menjaga siswa dan guru dari penulara covid-19. Untuk mendukung itu semua, tempat kegiatan pembelajarn juga dipilih tempat yang luas dan bersirkulasi udara yang baik, tujuannya tentu demi pelaksanaan protokol kesehatan yang baik dan tepat. Adapun tempat yang dipilih ialah Mesjid, Mushalah dan rumah siswa yang berkapasitas besar sehingga protokol kesehatan untuk menjaga jarak bisa dilakukan.

Di MTs N Banteang sendiri, terdapat dua model pembelajaran kepada siswa yaitu pembelajaran Luring sistem zonasi seperti yang dilaksanakan hari ini dan juga pembelajaran daring. Karena siswa memang diberikan kebebasan untuk memilih model pebelajaran yang mereka inginkan. Dalam pelaksanaanya, kedua model pembelajaran ini tidak dilakukan bersamaan,  melainkan dilakukan berselang-seling, minggu pertama dan ketiga setiap bulan untuk pembelajaran daring dan minggu kedua dan keempat setiap bulan untuk pembelajaran luring sistem zonasi. (Wish) 

Share:

Podcast Buku Digital Madrasah

CARI ARSIP BERITA

Arsip Berita

Arsip Berita

VIDEO / YOUTUBE

Total Tayangan Halaman

FOLLOWERS

Terjemahan