Pelaksanaan Apel Pagi MTs Negeri Bantaeng & Pengenalan Program "Wakaf Sejuta Koin"



 

(Bantaeng, 08/Maret/2021), Bismillah. MTs Negeri Bantaeng kembali rutin melakukan kegiatan Apel Pagi setiap hari Senin, di mana hampir setahun semenjak pandemic  Covid-19 melanda Indonesia, banyak kegiatan rutin sekolah yang terhenti akibat adanya pandemi ini, salah satunya Upacara hari Senin. Namun sesuai  arahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, menginstrusksikan kepada setiap sekolah Negeri di bawah naungan Kemenag Kab. Bantaeng untuk kembali  rutin melakukan kegiatan Apel Pagi setiap hari senin.

Apel Pagi tanggal 08 Maret 2021 merupakan Apel Pagi pekan kelima yang telah dilaksanakan oleh pegawai dan tenaga pegajar MTs N Bantaeng, di mana bapak  Muhammad Arif Pither,S.Ag., MM selaku kepala madrasah bertindak sebagai Pembina Apel Pagi. Kegiatan ini dilakukan mulai pukul 07.30 sampai selesai dengan dihadiri oleh hampir seluruh pegawai dan guru MTs N Bantaeng.

Ada beberapa hal  yang disampaikan oleh kepada madrasah pada kegiatan Apel pagi hari ini, di antaranya mengingatkan kembali guru dan panitia pelaksanaan Ujian Madrasah tahun ajaran 2020-2021 untuk bersiap sebelum pelaksanaan ujian tersebut dimulai. Ujian Madrasah tingkat Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Bantaeng  khusus Mata pelajaran bahasa Arab dan PAI (Akidah Akhlak, al-Qur’an Hadist, SKI dan Fikih) akan dilaksanakan serentak pada tanggal 29-31 Maret 2021 pada masing-masing satuan kerja. Sedangkan untuk Ujian Madrasah mata pelajaran umum, akan diadakan hingga tanggal 04 Aril 2021. Untuk itu kepala MTs N Bantaeng mengingatkan panitia untuk bersiap dan guru bidang studi masing-masing mempersiapkan soal ujian dan kisi-kisinya, sebab ujian madrasah kali ini berbeda dengan ujian-ujian sebelumnya, di mana setiap sekolah diperkenankan untuk membuat soal ujian sendiri dan tidak lagi menerima soal yang dibuat oleh pihak kementerian agama.

Dalam kegiatan Apel Pagi ini, kepala MTs N Bantaeng juga mengajak para pegawai dan guru untuk ikut ambil bagian dalam program Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan yaitu “Wakaf Sejuta Koin”. Pada hari itu pula, MTs N Bantaeng memulai kegiatan wakaf sejuta koin dengan menyediakan kotak khusus untuk mendukung terlaksananya kegiatan ini. Untuk diketahui, gerakan ini digagas oleh Bapak Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Drs. H. Khaeroni, M.Si yang disampaikan kepada seluruh jajarannya. (Wish)

Share:

Rapat Pemantauan Pengawas MT.s. N Bantaeng. Senin, 27 April 2020



Dalam rapat ini, bapak pengawas MTs.N. Bantaeng Menghimbau agar pemberian tugas siswa dalam masa pandemi corona tetap memperhatikan kemampuan siswa, lebih lanjut bapak pengawas mempersilahkan beberapa guru untuk melaporkan kinerja hariannya selama WFH
Share:

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MTs. Negeri Bantaeng Tahun Pelajaran 2020/2021

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MTs. Negeri Bantaeng Tahun Pelajaran 2020/2021



Assalamu Alikum Warahmatullahi wabarakatuh. 

Bagaimana kabarnya hari ini anak-anakku calon siswa baru MTsN Bantaeng?           
semoga dalam kondisi sehat wal afiat meski dalam situasi pandemik covid 19.         

MTs Negeri Bantaeng yang merupakan satu-satunya madrasah tsanawiyah yang berstatus negeri di Kabupaten Bantaeng, kini kembali membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Tahun Pelajaran 2020/2021.

Berikut ini kami kirimkan alamat link untuk FORMULIR PENERIMAAN SISWA BARU (PPDB) Madrasah Tsanawiyah Negeri Bantaeng (MTsN Bantaeng) Kabupaten Bantaeng Tahun Pelajaran 2020/2021. 

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfXIcFOhBUcM2s6gA-XY_ipuMQ6tnYROWvZhUXwkQNj7KpH6A/viewform?usp=sf_link 

bisa juga di alamat ini, 

http://gg.gg/PPDB_MTsN_Bantaeng_2020

(WAJIB) ...... !!! SILAHKAN BERGABUNG DI GROUP WhatsApp (WA) PPDB MTs NEGERI BANTAENG UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI LEBIH LANJUT.

untuk bergabung di group WA PPDB MTs.N. Bantaeng silahkan klik link berikut ini: https://chat.whatsapp.com/HrdMonGDfdmHmbFSOtUYDo

SELAMAT BERGABUNG DI MTs.N. BANTAENG..............!!!!


Share:

COVID 19 DAN SEBUTIR TELUR


COVID 19 DAN SEBUTIR TELUR
oleh : Suhardi,  S. Pd
(Guru IPS MTsN Bantaeng)

Memasuki tahun 2020 sungguh banyak keajaiban yang telah dirasakan manusia di bumi ini. Hal ini menandakan bahwa bumi ini semakin tua. Manusia semakin resah dengan adanya berbagai musibah yang menimpanya baik berupa bencana alam, berbagai penyakit serta adanya hoaks yang merajarelah akibat kecanggihan teknologi buatan manusia, dan bahkan munculnya penyakit corona yang konon katanya merupakan buatan manusia dengan tujuan mengurangi jumlah manusia di bumi.
Manusia semakin terancam dalam kehidupannya, bumi terasa semakin sempit, manusia semakin banyak, lautan semakin menjauh,  tradisi yang selama ini dibesar-besarkan sudah mulai punah, segala aktifitas muncul persaingan dan tidak lagi memandang keluarga atau orang lain semua dianggap saingan dalam menjalani hidup ini.Munculnya penyakit dijadikan peluang bisnis bagi kalangan tertentu.

Pada bulan Maret 2020 muncullah penyakit yang dianggap aneh dan ajib karena tidak pernah disebut-sebut dalam sejarah. Penyakit ini adalah corona atau covid-19. Sungguh sangan menjadi perhatian dunia karena penyakit ini muncul di Negara China dan Italia dan dalam waktu satu pekan sudah menjangkiti seluruh nehara-negara di dunia ini. Amerika Serikat yang dianggap Negara adikuasa, Negara maju, Negara hebat namun tadak mampu menepis penularan penyakit ini. Negara yang pertama menemukan  obatnya adalah Korea selatan sehingga Negara besar seperti Amerika harus berlutut kepada korea selatan agar permintaan obatnya terpenuhi.

Kebijakan pemerintah setiap negarapun berbeda-beda dalam mengantisipasi penyebaran virus covid-19. India menerapkan aturan dengan menjaga ketat penduduknya agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah, bahkan mereka memukuli penduduknya yang datang ke masjid beribadah, apalagi aktivitas yang lain. Lain halnya dengan Tiongkok, mereka melarang penduduknya melakukan aktivitas di luar rumah, namun pemerintah Tiongkok menjamin seluruh kebutuhan masyarakatnya selama masa darurat covid-19. 

Indonesia sebagai Negara yang penduduk terbesar ke empat di dunia juga sangat disibukkan dengan penularan penyakit covid-19 ini. Semua dilibatkan dalam penanganan ini, petugas kesehatan, aparat pepolisian, TNI, dan bahkan tokoh-toko masyarakat dan tokoh agama diharapkan partisipasinya dalam mengantisivasi penyebaran penyakit ini. Masyarakat semakin resah karena dihantui rasa takut akibat berita yang mereka lihat di media sosial. Pemerintah setiap saat menyampaikan agar masyarakat berdiam diri di rumah sehingga masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah semakin resah untuk menutupi kehidupan mereka.

Sebagian masyarakat tidak menghiraukan himbauan ini karena menganggap kalau tidak berusaha akan semakin parah karena keluarga mereka butuh makan, dan keperluan lain. Namun di tengah-tengah kesibukannya, mereka tetap menjaga kesehatannya, menggunakan masker, menjaga jarak dan cuci tangan. Selain itu masyarakat adapula yang meninggalkan rumahnya yang dan mengungsi untuk sementara ke rumah-rumah kebunnya dengan anggapan mereka menjauh dari keramaian sehongga kembali ke situasi tradisional.

Pada suatu malam (malam minggu),tanggal 28 mei 2020 pada tengah malam masyarakat kembali resah dan dihantui rasa takut dengan tak dikenal. Sungguh banyak telefon bordering tengah malam yang tidak diketahui siapa yang menelefon sehingga bagi yang sempat terbangun maka merekalah korbannya. Melalui telefon tersebut meereka menghimbau seluruh masyarakat untuk memasak telur satu biji per orang untuk mereka makan pada malam itu. Konon katanya kalau mereka tidak makan telur maka mereka akan mati.
Akibat adanya telefon tersebut masyarakat memaksakan diri mencari telur sebanyak anggota keluarganya sampai subuh, mereka membangunkan penjual telur yang sementara tidur nyenyak tengah malam. Salah seorang korban terdengar suaranya ke rumah karena mencari telur tetapi ternyata habis sehingga tidak menyadari diri berteriak “matima saya”. Anehnya semua penjual telur tidak ada yang menerima telefon. Dan sampai sekarang orang yang tidak menemukan telur pada malam itu tetap sehat dan masih hidup.  Rupanya ini adalah upaya untuk menggunakan peluang bisnis ditengah-tengah maraknya covid-19. Banyak yang bertanya-tanya apasih hubungannya dengan telur dengan kematian?, padahal ajal seorang hamba sudah ditentukan oleh yang maha kuasa. Namun masyarakat terkadang lupa dengan penguasa alam dan hanya takut dengan kematian.

Akibatnya telur di pasar menjadi langka karena permintaan melimpah sementara telur terbatas setiap harinya. Harga telur melambung tinggi di pasar, sehingga beruntunglah pengusaha telur dan juga berdampak pada makanan lain yang menggunakan bahan dari telur.
Oleh karena itu apabila terjadi situasi darurat seperti ini jangan langsung percaya dengan berita yang kita belum tahu keabsahannya, begitu pula bagi pengusaha janganlah menggunakan situasi darurat untuk peluang bisnis yang hanya mementingkan diri sendiri dan merugikan orang banyak

Sekian goresan penaku untuk mengisi masa “Lock KDown”

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ suhardiardi810@gmail.com.$$$$$$$$$$$$$$$$$$








Share:

"MTsN. Bantaeng melaksanakan workshop pembuatan media pembelajaran berbasis e-modul"

"MTsN. Bantaeng melaksanakan workshop pembuatan media pembelajaran berbasis e-modul"




(Bantaeng, 29/2/2020). Setelah boomingnya istilah revolusi industri keempat di dunia tak terkecuali di Indonesia, yang ditandai dengan pola hidup manusia dalam beraktifitas yang sangat tergantung kepada jaringan internet berkolaborasi dengan tekhnologi digital, maka aktifitas manusia menjadi sangat serba mudah. Pada kondisi yang demikian, berimplikasi pada restrukturisasi nilai dan kebijakan harus bersesuaian dengan revolusi industri keempat.

Pada sektor pendidikan misalnya, digitalisasi dalam pembelajaan telah diupayakan. Beberapa provider maupun perorangan berupaya untuk menyediakan berbagai aplikasi yang mudah diakses dan digunakan untuk memudahkan guru-guru dalam melaksanakan tugasnya baik yang free maupun yang berbayar. Misanya saja, aplikasi presentase, aplikasi pengolahan nilai, aplikasi pembaca kode, aplikasi pembuatan mudul serta seonggok aplikasi lainnya. Diera revolusi insutri keempat ini, tentunya guru harus membuka diri dalam meningkatkan kompetensinya termasuk dalam menguasai teknologi digital yang ada.

Atas dasar itulah MTsN. Bantaeng melaksanakan workshop pembuatan e-modul dengan menggunakan aplikasi flip Builder. Terkait dengan kelancaran kegiatan ini, Kepala MTsN. Bantaeng - Hj. St. Ramliah, S.Ag.,M.Pd.I.- telah menerbitkan SK kepanitiaan yang personilnya sebanyak lima orang. Sementara peserta semuanya dari unsur guru MTsN Bantaeng sendiri yang berjumlah 47 orang.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng – H.Muh.Ahmad Jailani, S.Ag.,M.A. Dalam sambutannya, secara kelembagaan sangat merespon kegiatan tersebut dan beliau berharap agar kegiatan ini perlu ditularkan kepada madrasah-madrasah lainnya di Kabupaten Bantaeng. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa, sebagai satu-satunya madrasah tsanawiyah negeri di Kabupaten Bantaeng harus mampu menjadi icon dan kiblatnya MTs di Bantaeng. Kalau perlu, MTsN Bantaeng harus labih maju sepuluh langkah dibanding yang lainnya – lanjut beliau memberikan tantangan dan memotivasi.
 
Sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Irma Suryani – seorang mahasiswa pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM) yang tiada lain adalah alumni MTsN Bantaeng tahun 2010. Selain itu, juga melibatkan narasumber dari unsur pengawas madrasah yakni H. Marzuki, S.A.,MM.

Dari kegiatan ini diharapkan guru-guru MTsN Bantaeng mampu melahirkan e-modul dan menerapkannya dalam pembelajaran mereka di kelas, bahkan e-modul yang dihasilkan dapat dipelajari siswa dimana saja dan kapan pun sepanjang memiliki handphone android. (abni)


Share:
Tim Sepak Takraw Putra MTsN Bantaeng Berhasil Mempertahankan Gensi


MTsN. Bantaeng (18/08/19). Pekan Olah Raga (POR) Pelajar tahun 2019 Kabupaten Bantaeng telah usai digelar diawal pekan bulan Agustus 2019 yang lalu. Dalam event ini, MTs Negeri Bantaeng berhasil meraih medali emas pada cabang Sepak Takraw putra dibawah binaan Ismail, S.Or.,S.Pd. dengan menurunkan pemain Muh. Nur Alimin sebagai tekon, Risal dan Riswan masing-masing sebagai apit. Hasil ini semakin menegaskan bahwa dalam setiap event olah raga dalam kancah Kabupaten, MTsN Bantaeng tidaklah dipandang sebelah mata sebab setiap tahunnya tidak pernah alpa dalam gelar baik itu dicabang atletik, bulutangkis putri, dan bola volley putri dan kali ini pada cabang sepak takraw.
Terkhusus cabang sepak takraw putra, kini kembali diuji kemampuannya dalam rangkaian lomba perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI Ke-74 tingkat kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng yang berlangsung di Moti Desa Baji Minasa. Pada event kali ini, yang turut berkompetisi sebanyak sebelas (11) sekolah/madrasah.
Menurut penuturan Pembina Takraw – Ismail, S.Or.,S.Pd – bahwa di awal kompetisi, perjalanan Tim Takraw MTsN Bantaeng melaju dengan mulus, namun setelah memasuki babak semi final dipertemukan dengan SMP 4 Gantarang Keke yang melakukan perlawanan sengit yang membuat Ismail sebagai pembina agak was-was dan khawatir apalagi pada set pertama poin saling kejar mengejar bahkan sempat juice. Namun pada akhirnya, permainan berhasil dimenangkan oleh MTsN Bantaeng dengan kemenangan dua set.
Di babak final kembali dipertemukan dengan tim takraw dari SMPN 1 Gantarang Keke. Pertandingan ini diakhiri dengan kemenangan dua set atas MTsN Bantaeng, yang kemudian dinobatkan sebagai peraih juara 1 dengan medali emas. Capaian ini membuat gensi juara sepak takraw kabupaten berhasil dipertahankan.
Share:

MTsN Bantaeng Raih 4 medali emas di HUT RI ke-74




MTsN. Bantaeng (16/08/19). Dua minggu sebelum hari “H” pelaksanaan kegiatan kemah dalam rangka menyambut dan menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan RI yang ke-74 ditahun 2019 ini, semua sekolah/madrasah khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Gantarang Keke tengah bergelut dalam kesibukan mempersiapkan segala sesuatunya demi suksenya dalam mengikuti perayaan kemerdekaan yang rutin dilaksanakan tiap tahunnya tidak terkecuali MTs Negeri Bantaeng.
Pada tahun ini, kegiatan perayaan HUT kemerdekaan RI ke 74 tingkat kecamatan Gantarang Keke dipusatkan di Moti Desa Baji Minasa yang berjarak ±3km dari kota kecamatan. Kegiatan akan dilaksanakan selama empat hari dimulai dari hari kamis – ahad, 15 – 18 Agustus 2019, namun sehari sebelumnya “Lapangan Motivasi Moti” telah ramai sesak dengan kesibukan personil madrasah/sekolah membangun tenda perkemahan.
Sebagai rangkaian kegiatan, diadakan juga berbagai macam lomba yang terdiri dari empat cabang yakni, seni, keagamaan, olahraga dan kepramukaan. Kamis malam, lomba diawali dengan cabang seni dan keagamaan yakni puisi dan ceramah agama.
Sampai berita ini dirilis, berdasarkan informasi yang dihimpun dari Nursyamsi, S.Pd -Pembina Pramuka Putri MTsN Bantaeng- mengungkapkan perolehan medali untuk sementara, MTsN Bantaeng sudah menyabet lima (5) medali diantaranya empat (4) medali Emas yakni puisi putra dan putri, Gerak Jalan Indah dan semaphore putri dan satu (1) medali perak yakni semaphore putra. Tentu raihan ini adalah pertanda awal yang baik sekaligus signal bahwa MTsN Bantaeng kembali akan meraih juara umum satu tingkat MTs Se-Kecamatan Gantarang Keke.
Ucapan selamat dan rasa syukur dari Kepala Madrasah, segenap dewan guru dan staf kembali membanjiri group WhastApp (WA) MTsN Bantaeng. “Selamat buat anak-anak dan Pembina pramuka, Pembina puisi dan gerak jalan serta semua Pembina. Apa yang kita lakukan dapat bernilai ibadah disisi Allah SWT.amin”, demikian salah satu pesan WA dari Kepala Madrasah
Perjalanan masih panjang dan masih banyak cabang lain yang sementara berlangsung dan tentu kita berharap cabang olah raga dan keagamaan juga dapat menyumbang medali emas..

Share:

PIK-R Lolo Gading MTs.N. Bantaeng raih juara 3 Lomba PIK-R Kabupaten Bantaeng


Senin 24 Juni 2019. Pasca pelaksanaan upacara pengibaran Sang Merah Putih di lapangan MTs.Negeri Bantaeng dilanjutkan dengan prosesi penyerahan hadiah lomba berupa 1 unit LCD, 1 buah Laptop dan 1 unit Genre KIT  dari pembina PIK-R Lolo Gading-Yuhanis,S.Ag.,M.M.Pd.I- ke pihak madrasah  yang diterima langsung oleh Kepala Madrasah Hj.ST.Ramliah,S.Ag.,M.Pd.I.
Memang beberapa bulan lalu yakni bulan Maret 2019, PIK-R Lolo Gading MTs. Negeri Bantaeng ikut dalam rangkaian lomba PIK-R yang dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (IPeKB) Kabupaten Bantaeng. Dalam proses penilaian yang dilakukan oleh tim penilai menggunakan dua metode yakni pengamatan langsung dan interview/wawancara yang dilaksankan pada minggu pertama dan kedua bulan Maret 2019. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai sekolah baik sekolah umum maupun madrasah lingkup Kabupaten Bantaeng.
Menurut pembina PIK-R Lolo Gading MTs Negeri Bantaeng- Yuhanis,S.Ag.,M.M.Pd.I bahwa dalam lomba ini muatan materi yang menjadi bahan interview antara lain fungsi keluarga, bahaya narkoba dan pencegahan pernikahan usia dini.
Tiga bulan setelah penilaian yakni di bulan Juni ini, MTs Negeri Bantaeng keluar sebagai peraih juara ke 3 setelah SMP 2 Campaga sebagai juara 1 dan SMP 1 Sinoa Sebagai juara 2.
Prosesi penerimaan  hadiah dari pihak penyelenggara dilaksanakan di Desa Labbo Kecamatan Tompo Bulu Bantaeng yang di terima langsung oleh pembina PIK-R Lolo Gading MTs.Negeri Bantaeng.  Semoga organisasi ini dapat eksis selamanya dengan prestasi berikutnya. (abni)


Share:

Podcast Buku Digital Madrasah

CARI ARSIP BERITA

Arsip Berita

Arsip Berita

VIDEO / YOUTUBE

Total Tayangan Halaman

FOLLOWERS

Terjemahan